Welcome
Selamat Datang Di Website Personal Bustan Basir Maras
  • Faceblog Evolutions

    Saat Di Uwake' Cultur Foundation !

  • Faceblog Evolutions

    Baca Puisi saat Penggalangan Dana Untuk Palestina.

  • Faceblog Evolutions

    Bedah Buku Taman Budaya Yogyakarta.

  • Faceblog Evolutions

    Saat Riset di Kab. Mamasa Sulbar, di depan makam Parengnge Messawa.

  • Faceblog Evolutions

    Baca Puisi di fort Rotterdam Makassar, Sastra Kepulauan

Selasa, 09 Desember 2014

Sekilas mengenal Mandar-Majene, dan beberapa objek budayanya, salah satunya Peppio yg sedang saya riset !!


Letak geografis Kabupaten Majene dengan Ibu Kota Majene berada sekitar -+ 320 Km dari Kota Makassar, terletak di pesisir pantai barat Sulawesi Selatan, dengan batasan wilayah: sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, sebelah timur dengan Kabupaten Polmas, sebelah selatan dengan Teluk Mandar dan sebelah barat dengan Teluk Makassar. Topografi Kabupaten Majene pada umumnya merupakan wilayah pantai, dengan panjang garis pantai mencapai 125 Km. Sementara kualifikasi kemiringan tanah secara keseluruhan relatif miring dengan prosentase wilayah yang mengalami erosi sebesar 3,41% dari luas wilayah kabupaten.



Majene tentu memiliki alam yang indah, antara lain:

• Pemandian Air Panas Limboro. Lokasinya berada di atas puncak pegunungan Limboro dengan udaranya yang sejuk, pemandangan alam indah dengan tanaman kemiri dan kakao yang mengitarinya.
• Sandeq. Perahu layar tercepat di dunia ini memiliki keunikan tersendiri. Selain digunakan untuk menangkap ikan, juga diperlombakan setiap tahunnya untuk menggiatkan wisata bahari. 
• Pantai Pasir Putih Rangas. Pantai ini menjorok ke laut, tempat pembuatan perahu tradisional (Sandeq). Pantai ini terletak di kelurahan Totoli, + 5 Km dari ibu kota kabupaten Majene.
Pantai Dato’. Pantai dengan panorama laut yang sangat menarik, disekeliling pantai ini terdapat tebing yang dapat digunakan sebagai sarana climbing. 

Beberapa situs dan upacara:
Museum Mandar. Sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Baik di tingkat Kab. Majene, juga Mandar secara keseluruhan. 
• Sandeq Race. Sandeq Race secara umum, biasanya dilombakan setiap memperingati HUT. Proklamasi RI di Kabupaten Majene.
Kompleks Makam Raja-raja dan Anggota Adat. Berada pada ketinggian + 50 meter di atas permukaan air laut. Para wisatawan dapat menyaksikan keindahan kota Majene dari ketinggian ini. 
• Upacara Pa’bandangang Manu-manu’. Upacara ini biasanya dilakasanakan oleh masyarakat Kajuangin, Kec. Malunda, Kab. Majene. Upacara ini biasanya dilaksanakan pasca panen, sebagai upaya menolak balaq.
• Makam Syech Abdul Mannan. Syekh Abdul Mannan dikenal sebagai penyiar agama Islam pertama di Kabupaten Majene.

Lain-lain:
a. Wisata Belanja
• Sarung Sutra Mandar. Pertenunan sutera juga tetap berkembang di Kab. Majene. Ciri khas yang sangat menonjol pada produk ini adalah proses pembuatan dan motif yang mencerminkan budaya dari penduduk asli Mandar. Rasanya belum lengkap menginjakkan kaki di Mandar-Majene, jika tak membawa pulang sarung sutra Mandar (Saqbe). 
b. Wisata Pertunjukan
• Tari Pa’jinang. Tari Pa’jinang adalah salah satu bagian upacara pemujaan kepada dewata untuk meminta perlindungan dari berbagai bencana. Selain itu Tari Pa’jinang ini juga sering digunakan pada upacara untuk mengobati orang sakit. Pelaksanaan upacara diadakan pada sore hari saat matahari akan terbenam.
• Tari Dego’. Tari Pa’dego biasa dilakukan untuk mengiringi atau mangantar Kuda Pattu’du atau rombongan Pengantin Pria menuju rumah mempelai wanita yang diiringi dengan musik rebana. Tarian ini dilakonkan oleh 5 orang pria.
• Tarian Paka’daro. Tanah Mandar terkenal pula sebagai daerah penghasil kelapa, dari ispirasi itulah tercipta sebuah tarian yang menggunakan tempurung/batok kelapa, yang disebut Tari Pakka’daro.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By NoorMashimoto