BUSTAN BASIR MARAS*
Bustan Basir Maras menulis di berbagai media, lokal maupun nasional: koran, jurnal, majalah, buku, hingga media-media online, menyebabkan ia telah berjalan ke berbagai pelosok Indonesia, berbagai daerah, bahkan ke beberapa negara tetangga. Lahir di Mekkatta, Majene, pelosok Sulawesi Barat (Sulbar). Sebelum pindah ke Yogyakarta, pendidikan SD hingga SLTP ia selesaikan di kampung halamannya. Sedangkan SLTA diselesaikannya Baruga-Majene, Sulbar. Sepanjang masa studi itu, ia banyak aktif di berbagai komunitas sastra budaya, teater, gema pelajar, sahabat pena di Mimbar Karya Sulawesi Selatan (Sebelum Sulbar).
Tahun 1998 memilih tinggal di Yogyakarta dan beberapa kota lain di Pulau Jawa. Menempuh pendidikan formal di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Oxford Course (satu tahun-Binaan Oxford University), juga aktif di Sanggar Studi Sastra dan Teater Sila (SSST Sila), Sanggar Suwung, Teater Kanvas, kepala devisi sastra Teater ESKA, di samping sebagai Jurnalis Majalah Arena dan Tabloid Madani, sekaligus sebagai Dewan Pertimbangan Forum Pers Mahasiswa Yogyakarta (FORESMAYO) 2001-2002.
Konsistensinya dalam berbagai aktifitas sastra budaya membuatnya berhasil meraih sejumlah prestasi sejak masih duduk di bangku SLTA. Tahun 1997, meraih juara satu pada lomba penulisan naskah Pola Hidup dan Kebudayaan Kaum Miskin Perkotaan tingkat Kabupaten Majene, lalu juara dua tingkat Propinsi Sulawesi Selatan. Pertengahan tahun 2002 terpilih sebagai salah satu nominator lomba penulisan karya sastra, puisi, (selekda BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan pada tahun yang sama (2002), kembali juara dua dalam lomba penulisan karya sastra (puisi), pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (Peksiminas) ke VI (enam). Bukunya Mata Air Mata Darah (kumpulan puisi) mendapat penghargaan dari Rektor UIN Sunan Kalijaga dan menerima penghargaan dua kali berturut-turut dari almamaternya sebagai mahasiswa produktif menulis di berbagai media massa, lokal maupun nasional.
Karya-karyanya dipublikasikan di berbagai media massa: Bernas Jogja, Minggu Pagi, Wawasan, Republika, Info Indonesia, SKH. Mimbar Karya Sul-Sel, Kompas, Harian Fajar Makassar, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka Semarang, Aktual, Koran Sindo, Suara Pembaharuan, Majalah Arena, Majalah Sukma Banjarmasin, Pikiran Rakyat, Solo Pos, Koran Mandar, Kuntum, Serapo Kaltim, Radar Sulbar, Koran Singapur-Johor-Riau (SIJORI) Batam, Suara Muhammadiyah, Jurnal Ibda’, Jurnal Pohon, media-media online: titikkoma,com, Melayu Online, Mandar News.com, Kompas Online, Panyingkul.com, annoramedia.com, Suaramandar.com, dan lain-lain.
Selain menulis, juga kerap diundang mengisi seminar sastra, work shop teater, diklat jurnalistik, baca puisi, penulisan dan penjurian lomba karya sastra. Pada pertengahan Juli tahun 2010 merampungkan studinya pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Program Pascasarjana, Jurusan Antropologi, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta: beasiswa Ford Foundation kerjasama dengan dikti. Ia juga mengurus beberapa lembaga sosial-budaya, ngurusi GOeBOeK Indonesia-Annora Media Group (Cultural Research Community, Publisher and Book Distributor), membina beberapa komunitas di Yogyakarta dan di Mandar-Sulbar yang seringkali memaksanya harus tinggal di dua tempat ini secara bergiliran. Di dua tempat inilah ia mendirikan sejumlah komunitas sastra-budaya, seperti Komunitas Rumah Kita, Teater Pasak, Masyarakat Paqbandangang-Peppio, Komunitas Rumah Mandar, Komunitas Gubuk Indonesia dan lain-lain. Juga terlibat dalam sejumlah pementasan teater; Penggali Kapur-Kirdjo Mulyo (Pentas Teater Eska), Pentas Lautan Jilbab-Karya Emha Ainun Nadjib, Ziarah Abadi-M. Iqbal (Tadarrus Puisi Teater Eska), Ziarah Tanah Mandar (Musik Puisi Komunitas Rumah Mandar-Jogja) Pembacaan dan Musikalisasi Puisi (Kolaborasi Sanggar Suwung dan SSST Sila) malam Khairil Anwar dan HB. Jassin di Societet Militer Yogyakarta, Tour Pementasan bersama KRM, diundang dalam Tongue In Your Ear (Festival Puisi 30 Penyair Nasional Indonesia, 2007), menghadiri Kongres Cerpen ke V di Banjarmasin, Temu Sastrawan Indonesia II di Bangka Belitung dan di akhir tahun 2009 diundang membacakan puisinya di Menara Kuala Lumpur-Malaysia pada Pesta Penyair beberapa negara ASEAN, Tour Sastra di Batam dan Singapura, mengunjungi Songkla University dan melakukan riset singkat di Bangriang, Tanhamhom, Songhkla-Thailand, Road Show-Ziarah Mandar Pulau Jawa dan Sulawesi, menulis naskah dan penata pertunjukan pentas kolaborasi ‘Antara Jawa dan Mandar in Collaboration’ kerja bareng tiga komunitas di Yogyakarta dan satu didatangkan dari Sulawesi Barat.
Bekerja sebagai cultural researcher dan chief editor GOeBOeK Indonesia-Annora Media Group, Yogyakarta serta pengajar tamu salah satu universitas di Yogyakarta. Bersama istri dan seorang putri kecilnya tinggal di kota kelahiran istrinya: Suryowijayan MJ. I Yogyakarta. ‘Nongkrongnya’ di Teater Eska, di GOeBOeK Indonesia (Annora Media Group), di Taman Budaya Yogyakarta, di Komunitas Rumah Mandar, di Kandang Antropologi UGM dan lain-lain. Jika sedang di Mandar-Sulbar, tinggal di Mekkatta-Malunda dan menghabiskan waktunya di sejumlah komunitas di Sulbar, ikut mendorong percepatan kemajuan perkembangam sastra budaya di propinsi termuda Indonesia itu. Lelaki yang telah dua belas tahun malang melintang di jagad sastra-budaya Yogyakarta ini, biasanya dapat dikontak melalui email/facebook: bustannora@yahoo.co.id.
Hingga saat ini bukunya yang sudah terbit, antara lain:
1. Negeri Bersyair (Kumpulan Puisi Dua Penyair), SSST Sila, Thn. 2000.
2. Mata Air Mata Darah (Kumpulan Puisi Tunggal), Buku Laila, Thn. 2004.
3. Damarcinna (Kumpulan Cerpen Populer) karya tunggal, Fajar Pustaka, Thn. 2005.
4. Negeri Anak Mandar (Kumpulan Puisi Tunggal), Annora Media, Thn. 2006.
5. Ziarah Tanah Mandar (Tahun 2010 terbit dengan Special Edition: Ziarah Mandar), GOeBOeK Indonesia, Thn. 2006 dan 2010 (Special Edition).
6. Tongue In Your Ear (Kumpulan Puisi Festival 30 Penyair Nasional Indonesia), FKY, Thn. 2007.
7. Carita (Cerita Rakyat Sulbar/Tunggal), Annora Media, Thn. 2007.
8. Paqbandangang-Peppio (Upacara dan Rajutan Sebuah Eksotisme Kabudayaan dari Kajuangin, Sulawesi Barat), GOeBOeK Indonesia, Thn. 2008.
9. Pedas Lada Pasir Kuarsa (Antologi Puisi TSI II di Bangka Belitung), Disbudpar Babel, Thn. 2009.
10. Rumpun Kita (Pesta Penyair Beberapa Negara ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia), PENA, 2009.
11. Orang-orang Malioboro (Bersama Umbu Landu Paranggi, Emha Ainun Nadjib dkk.), Balai Bahasa Pusat, Jakarta, Thn. 2010.
12. Percakapan Lingua Pranca (Antologi Puisi TSI III di Tanjung Pinang), Disbudpar Tanjung Pinang, Thn. 2010.
13. Pilar Penyair (Penyair tamu), STAIN Pres-Purwokerto, 2010.
14. Akulah Musi (Antologi Puisi, Pertemuan Penyair Nusantara-Asia Pasifik/PPN V) di Palembang Sumatra Selatan, DKSS, Disbudpar Sumsel, Thn. 2011.
15. Equator (Antologi Puisi Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris, Jerman, 108 penyair Indonesia), Yayasan Cempaka Kencana Indonesia, Thn. 2011.
16. Suluk Mataram (Kumpulan puisi 50 Penyair Yogya) PSM & Galang Pres, 2011.
17. Membaca Puisi Mendengar Nurani (Sastra Bulan Purnama 4), Tembi Rumah Budaya, 2011.
18. Tiga Belas (13), Kumpulan Tulisan Aktifis Kebudayaan Yogyakarta Untuk SPS, 2013.
19. Lintang Panjer Wengi di Langit Jogja (Kumpulan Puisi 90 Penyair Jogja), Dari Angkatan 50-an-80-an, Angkatan Penyair Iman Budhi Santosa, Emha Ainun Nadjib dll, 2014.
*Diadaftasi dari buku kumpulan puisi ‘Negeri Anak Mandar’ karya Bustan Basir Maras, penerbit GOeBOeK INDONESIA, Yogyakarta, 2010.





SEMOGA, KAMI DAPAT MENGIKUTI JEJAK KANDA
BalasHapus